PADANG — Pemerintah Kota Padang terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda melalui penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Padang dan Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia, Kamis (6/8/2026).
Penandatanganan MoU berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Rektor UniKL Prof. Dr. Ilham Sentosa.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemko Padang dalam memperluas pilihan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Kota Padang agar memiliki kompetensi akademik, keterampilan, wawasan global, serta tetap berpegang pada karakter dan nilai budaya Minangkabau.
Penandatanganan MoU itu turut disaksikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, Chief Executive Officer Education Malaysia Global Service (EMGS) Ministry of Higher Education Malaysia Novie Tajuddin, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Habibul Fuadi, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova, Rektor UNP Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., Ph.D., unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kota Padang, Kepala Kemenag Kota Padang, perwakilan CUCAS China, pimpinan EMGS dan DMDI, para rektor perguruan tinggi, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Sumatera Barat, serta kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan.
Perluas Pilihan Pendidikan Generasi Muda
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, akses terhadap pendidikan tinggi menjadi salah satu perhatian penting Pemerintah Kota Padang.
Sebab, setiap tahun masih terdapat lulusan SMA sederajat yang berhasil diterima di perguruan tinggi melalui jalur nasional, tetapi tidak dapat melanjutkan pendidikan karena persoalan ekonomi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemko Padang terus membuka berbagai peluang melalui program beasiswa dan membangun kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
“Berdasarkan data tahun 2026, jumlahnya mencapai lebih dari 60 ribu orang. Karena itu Pemko Padang terus membuka berbagai peluang melalui program beasiswa dan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi,” ujar Fadly Amran.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin persoalan ekonomi menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi. Karena itu, berbagai skema kerja sama terus dikembangkan untuk memberikan lebih banyak alternatif kepada siswa dan lulusan sekolah menengah di Kota Padang.
“Hari ini kita juga menandatangani MoU dengan Universiti Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai langkah memperluas pilihan pendidikan tinggi bagi generasi muda Kota Padang,” katanya.
Fadly menilai, kerja sama dengan perguruan tinggi internasional memiliki arti penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan, terlebih Indonesia diproyeksikan memasuki era bonus demografi menuju 2045.
Pada periode tersebut, Indonesia akan memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar. Kondisi itu, menurut Fadly, harus dipersiapkan sejak sekarang melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi generasi muda.
“Kerja sama internasional ini bukan hanya tentang kesempatan belajar di luar negeri, tetapi tentang membangun generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, karakter yang kuat, kemampuan berbahasa, wawasan global, serta tetap berakar pada nilai budaya Minangkabau dan jati diri bangsa,” tegasnya.
Rekam Jejak Program Beasiswa dan Kerja Sama Internasional
Fadly menjelaskan, penandatanganan MoU dengan UniKL bukan merupakan langkah yang berdiri sendiri. Pemko Padang sebelumnya telah mengembangkan berbagai program untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda.
Pada 2025, Pemko Padang telah mengirimkan enam mahasiswa melalui program beasiswa penuh double degree di Sampoerna University. Program tersebut kemudian diperluas pada 2026 dengan meningkatkan jumlah penerima beasiswa menjadi delapan mahasiswa.
Selain itu, Pemko Padang juga menjalin kerja sama dengan Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Politeknik Negeri Padang dan UPI YPTK, bersama sembilan universitas di Provinsi Guangdong, Tiongkok.
Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 60 mahasiswa terbaik Kota Padang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pendidikan dan pengembangan kapasitas.
Tidak hanya pendidikan akademik, perhatian juga diberikan pada pendidikan vokasi. Kerja sama dengan Politeknik Kirana telah menghasilkan 41 lulusan yang dipersiapkan untuk berkarier di industri penerbangan.
Berbagai program tersebut menunjukkan arah kebijakan Pemko Padang yang tidak hanya mengejar peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga berupaya membuka akses terhadap pendidikan yang memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global.
Harapkan Dukungan Pemerintah Pusat dan Mitra Pendidikan
Fadly berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta para mitra pendidikan dari Malaysia dapat terus memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan.
Menurutnya, kerja sama yang semakin luas akan membuka lebih banyak ruang bagi mobilitas mahasiswa, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas dosen dan tenaga pendidik, serta peningkatan kompetensi generasi muda.
Ia juga berharap kerja sama dengan UniKL dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai bentuk kolaborasi baru di masa mendatang.
Dengan demikian, mahasiswa Kota Padang tidak hanya memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri, tetapi juga memiliki akses lebih luas terhadap pengalaman akademik, budaya, teknologi, dan lingkungan pembelajaran internasional.
Wamen Dikti Saintek: Padang Sedang Menabuh Genderang Perubahan
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd menyambut baik langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Padang tersebut.
Menurut Fauzan, kebijakan dan program pendidikan yang digagas Wali Kota Padang menunjukkan adanya keinginan kuat untuk mendorong perubahan di tengah masyarakat.
Ia menilai perubahan yang dimaksud bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir atau mindset masyarakat.
“Ada pesan Wali Kota Padang yang menurut saya patut menjadi renungan bersama. Pesannya mengajak warga Padang untuk berubah,” ujar Fauzan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari daerah. Pemerintah daerah memiliki posisi penting karena menjadi bagian yang paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kebutuhan serta tantangan yang dihadapi secara langsung.
“Kami menyadari kemajuan suatu bangsa digerakkan secara serentak, tetapi kekuatan dan pondasi ada di daerah, maka Wali Kota Padang sudah memulai itu, dan mudah-mudahan ini akan dapat mengakselerasi kemajuan bangsa Indonesia,” katanya.
Fauzan juga menilai langkah Fadly Amran dalam membangun sektor pendidikan merupakan gagasan yang futuristik dan patut mendapatkan dukungan.
Ia berharap semangat tersebut dapat ditularkan kepada daerah-daerah lain sehingga semakin banyak kepala daerah yang menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam pembangunan.
“Saat ini Wali Kota Fadly Amran ingin mengulik kembali semangat itu, mudah-mudahan jasa beliau ini tak kalah dengan jasa para pendahulunya,” tuturnya.
HJK ke-357 Jadi Momentum Memaknai Perjalanan Padang
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga menyinggung Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357 yang menjadi momentum penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, peringatan hari jadi sebuah daerah tidak semestinya hanya dimaknai sebagai pertambahan usia. Lebih dari itu, hari jadi merupakan momentum untuk melihat kembali perjalanan sejarah, perjuangan, capaian, serta kontribusi sebuah daerah terhadap bangsa.
Ia mengingatkan bahwa Kota Padang dan Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
Karena itu, momentum HJK ke-357 diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi saat ini untuk meneruskan semangat perjuangan dan kontribusi para pendahulu melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Semangat tersebut dinilai relevan dengan langkah Pemko Padang yang saat ini memberikan perhatian besar terhadap pendidikan dan pengembangan generasi muda.
Malaysia Sambut Baik Kerja Sama Pendidikan
Sementara itu, Chief Executive Officer Education Malaysia Global Service (EMGS) Ministry of Higher Education Malaysia Novie Tajuddin menyambut baik penandatanganan MoU antara Pemko Padang dan UniKL.
Menurut Novie, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.
“Saya mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia tentunya sangat menyambut baik kerjasama ini. Kerjasama ini semakin menguatkan perguruan tinggi antar kedua negara,” ujar Novie.
Ia menilai kerja sama pendidikan antara Padang dan Malaysia memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Tidak hanya dalam konteks mobilitas mahasiswa, tetapi juga pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, kolaborasi antarlembaga pendidikan, hingga peluang kerja sama lainnya.
Menurutnya, hubungan pendidikan yang kuat antara kedua negara dapat memberikan manfaat langsung bagi generasi muda, khususnya dalam mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.
MoU Jadi Pijakan Kolaborasi Berkelanjutan
Penandatanganan MoU antara Pemko Padang dan UniKL menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat jejaring pendidikan internasional.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan Kota Padang mulai diarahkan pada model kolaborasi yang lebih luas, dengan melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia pendidikan, pemerintah pusat, serta mitra internasional.
Bagi Pemko Padang, kerja sama pendidikan bukan sekadar membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar di luar negeri. Lebih jauh, kerja sama tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem pendidikan yang mampu meningkatkan kompetensi, karakter, daya saing, dan wawasan global generasi muda.
Di tengah persiapan Indonesia menghadapi bonus demografi 2045, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting yang akan menentukan apakah besarnya populasi usia produktif dapat menjadi kekuatan pembangunan atau justru menjadi tantangan.
Karena itu, investasi pada pendidikan menjadi salah satu pilihan strategis.
Melalui berbagai program beasiswa, kerja sama dengan perguruan tinggi nasional dan internasional, penguatan pendidikan vokasi, serta perluasan akses pendidikan tinggi, Pemko Padang berupaya memastikan generasi mudanya memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang.
Penandatanganan MoU dengan Universiti Kuala Lumpur diharapkan menjadi salah satu pijakan baru untuk memperkuat agenda tersebut.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, perguruan tinggi dan mitra internasional, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi berkembang menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dunia pendidikan, dan masyarakat Kota Padang secara berkelanjutan. (**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar