Wawako Padang Maigus Nasir Buka Festival Alek Nagari Nan XX ke-III, Perkuat Pelestarian Adat dan Dukung Padang Menuju Gastronomy City UNESCO - Suara Sumbar

Breaking

Selasa, 14 Juli 2026

Wawako Padang Maigus Nasir Buka Festival Alek Nagari Nan XX ke-III, Perkuat Pelestarian Adat dan Dukung Padang Menuju Gastronomy City UNESCO

  


Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir secara resmi membuka Festival Alek Nagari Nan XX ke-III yang digelar di Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (11/7/2026).


Festival yang berlangsung meriah tersebut menjadi wujud komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat Minangkabau, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.


Kegiatan ini juga dilaksanakan melalui dukungan Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Padang, Yendril, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan legislatif dalam mendukung pelestarian budaya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Wali Kota Padang periode 2021–2024 Hendri Septa, Anggota DPRD Kota Padang Yendril, Ketua Umum Pelaksana James Hellyward, unsur Forkopimca Kecamatan Lubuk Begalung, para tokoh adat, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, serta tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Nagari Nan XX yang terus menjaga eksistensi adat dan budaya Minangkabau melalui penyelenggaraan Alek Nagari secara berkelanjutan.


Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, mempererat hubungan sosial masyarakat, serta memperkokoh jati diri masyarakat Minangkabau.


"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali batang tarandam dan mengembalikan sirih ke gagang, pinang ke tampuknya. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga," ujar Maigus Nasir.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Padang Yendril yang telah memberikan dukungan melalui dana Pokok Pikiran (Pokir), sehingga Festival Alek Nagari Nan XX ke-III dapat terselenggara dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Maigus menambahkan, Pemerintah Kota Padang memiliki komitmen kuat dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya Minangkabau. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui pengesahan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau.


Menurutnya, kehadiran regulasi tersebut menjadi landasan hukum yang penting dalam memperkuat peran lembaga adat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang, serta seluruh unsur masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Kota Padang.


"Kami berharap Perda ini dapat menjadi payung hukum bagi kaum adat di Kota Padang untuk terus melestarikan adat dan budaya Minangkabau melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai tersebut tetap diwariskan kepada anak kemenakan dan generasi penerus," katanya.


Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang Yendril berharap Festival Alek Nagari dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan yang mampu menjaga keberlangsungan adat dan budaya Minangkabau.


Ia menilai, di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat membutuhkan ruang untuk terus memperkuat nilai-nilai budaya, mempererat silaturahmi, sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.


"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahun sehingga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan masyarakat tetap terjaga. Alek Nagari Nan XX juga diharapkan terus menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat di Kecamatan Lubuk Begalung," ujar Yendril.


Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Pelaksana Festival Alek Nagari Nan XX ke-III, James Hellyward, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini juga mendukung upaya Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan predikat Gastronomy City dari UNESCO.


Menurutnya, kekayaan budaya kuliner Minangkabau merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Kota Padang untuk memperoleh pengakuan dunia. Oleh karena itu, Alek Nagari tidak hanya menghadirkan pertunjukan adat, tetapi juga menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif dan kuliner khas daerah.


"Dalam Alek Nagari ini ditampilkan berbagai potensi daerah mulai dari bazar UMKM, prosesi adat seperti makan bajamba dan batagak gala, hingga lomba pembuatan kuliner khas Minangkabau seperti marandang dan malamang," jelas James Hellyward.


Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi masukan sekaligus referensi bagi Pemerintah Kota Padang dalam menyusun konsep pengembangan gastronomi daerah yang berbasis pada kekayaan kuliner, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Festival Alek Nagari Nan XX ke-III menjadi bukti nyata bahwa pelestarian adat dan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.


Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tokoh adat, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kota Padang sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen mendorong berbagai kegiatan berbasis budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.


Selain menjaga warisan leluhur, langkah ini juga menjadi strategi memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau ke tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Padang sebagai destinasi budaya dan gastronomi yang berdaya saing global. (**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.suarasumbar.online, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Welvy M